Leave no Trace
Kadang keindahan alam terkotori oleh tangan dan ulah manusia. Sampah dan berbagai macam benda2 peninggalan yang tadinya dibawa oleh manusia, ditinggal begitu saja di gunung, gua, dan tempat-tempat berkegiatan lainnya. Saya teringat dengan seekor kucing yang selalu merapikan “peninggalannya” saat hendak meninggalkan suatu tempat.
Ya, belajar dari kucing, kita dapat memetik pelajaran yang sebenarnya sederhana, namun amat sangat berharga. Saya teringat beberapa tahun lalu saat mendaki Semeru. Waktu itu berada di Ranu Kumbolo dan hasrat panggilan alam tak tertahankan. Akhirnya saya mencari tempat yang sekiranya strategis untuk menunaikan tugas memenuhi panggilan alam. Namun apa yang saya pikirkan ternyata benar-benar terjadi. Tempat tersebut memang benar2 tempat yang strategis, sampai-sampai banyak “ranjau darat” berwarna kuning bertebaran disana-sini.
Wah, benar benar tempat yang “menyenangkan”. Seandainya kita semua dapat meniru dan mencontoh kucing untuk hal yang satu ini, pastilah “ranjau-ranjau” tersebut tidak akan nampak dan tidak akan menimbulkan bau yang cukup mengganggu.
Seperti halnya kucing, sebaiknya kita menggali lobang yang cukup untuk menimbun kotoran kita. Tidak hanya itu, sampah-organik lainnya pun dapat ditimbun agar tidak mengganggu pemandangan. Pertama, jangan lupa untuk membawa golok atau sekop saat berkegiatan di alam yang tidak ada sarana toilet umum disana. Kedua, sediakan selalu tisu untuk menghemat persediaan air kita. Ketiga, lakukan dengan penuh pengahayatan. Hehehe….
Ya, Cat hole atau lubang kucing sangatlah membantu kita untuk menjaga keindahan alam dari kotoran yang kita tinggalkan. Jangan lupa untuk menutupnya kembali. Untuk sampah anorganik, sebaiknya dan seharusnya dibawa kembali. Sampah oragnik dapat ditimbun dalam lubang untuk mencegah bau busuk, namun seandainya memungkinkan, sampah tersebut sebaiknya dibawa pulang dan di buang pada tempat yang semestinya. Nah, sekarang udah pada tau kan fungsinya Cat Hole….? Jangan menebar “ranjau darat” lagi ya……!!!!
About this entry
You’re currently reading “Leave no Trace,” an entry on Mapala.net
- Published:
- 07.30.07 / 2pm
- Category:
- Umum, Lingkungan, Caving, Mountainering, Rafting, Climbing




No comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]