KRONOLOGI PENEMBAKAN MARTHOLOMEUS (MOKA)

KRONOLOGI PENEMBAKAN MARTHOLOMEUS
SURYADI (MHS FAKULTAS FILSAFAT UGM 2003 & ANGGOTA MAPAJARA PANTARHEI)

SELASA, 09 OKTOBER 2007
Sekitar jam 00.00 (malam hari):

· MS (Martholomeus Suryadi) kembali ke kosnya, sehabis mancing dari pantai
Depok. Di kost, anak-anak kost ramai kumpul mau ada acara sahur bareng di
luar.
· Setelah meletakkan pancing, MS berangkat menjemput Dewi di rumanya,
yakni di depan SMK 1 Kalasan, untuk ikut acara sahur bareng. MS mengendarai motor milik Dini

Sekitar jam 01.30-02.30 (dini hari):
· MS mengendara sepeda motor di Jalan Solo, dari arah barat menuju timur
untuk menjemput Dewi di Kalasan, untuk acara sahur bareng.
· MS disalip seorang pengendara sepeda motor berpakaian sipil.
· Di depan pintu masuk Shangrila Garden , MS dihentikan orang tersebut.
Ia dihentikan di jalur utara jalan Solo, arah barat-timur.
· Orang tersebut berkata: “Selamat malam mas. Saya dari Polres Sleman.
Saya mau lihat STNK, SIM, KTP, dan BPKB.”
· MS memperlihatkan STNK dan KTP.
· Orang tersebut: :”Ini STNK telat dua tahun. Ini motor siapa?” Kemudian orang
tersebut dan MS berdebat.
· Orang tersebut nelpon seseorang:”Pak, saya sudah berhasil menahan motor
curian, dan pelaku pencurinya.”
· MS nelpon Fima (temannya):”tolong, aku dicegat orang mengaku polisi di
depan Shangrila Garden.”
· Orang tersebut membentak dan berkata:”Kamu telpon siapa? Matikan
telponnya !”
· MS meminta orang tersebut untuk menunjukkan identitas dan bukti bahwa
ia anggota Polisi.
· Orang tersebut memperlihatkan dua lembar kertas HVS warna merah berisi
semacam surat resmi, dengan kop Polisi dan tandatangan seseorang. Orang
tersebut tidak memberitahu nama, kartu anggota kepolisian, dan kesatuannya.
· Orang tersebut kemudian menyalakan rokok, dan mulai marah-marah dengan
suara keras. Rokoknya kadang-kadang jatuh. Omongannya terbata-bata dan
agak gugup.
· Orang tersebut berkata:”Di tas mu ada apa?” Kemudian dibuka, di dalamnya ada peralatan pancing, sarung, sandal, dan pisau dapur peralatan untuk memancing.
· Orang tersebut:”Kamu bawa pisau untuk apa? Untuk bunuh orang ya? Joran
pancingnya mana?”
· MS:”joran pancingya ditinggal di kost.”
· Orang tersebut mengambil pisau, dan memegangnya.Sementara MS berada di
depan orang tersebut dengan jarak sekitar 30 cm.
· Orang tersebut kembali menggeledah tas MS. Orang tersebut ingin mengambil
Handpho ne yang ada dalam tas MS, kemudian MS mengambilnya terlebih
dahulu.

· MS mengambil dompet yang ada di dalam tasnya, direbut oleh orang tersebut,
dan setelah terjadi rebutan beberapa kali, MS berpikiran bahwa orang
tersebut adalah perampok.
· MS berusaha untuk lari, tapi orang tersebut merangkulnya, membekapnya,
namun MS tetap berusaha lari dengan berdasar pikiran bahwa orang tersebut
adalah perampok.
· Orang tersebut berkata:”Kamu jangan kabur. Saya tembak kamu!”
· MS berusaha lari menyebrang jalan kearah selatan, melalui pembatas jalan.
Ia mendengar suara “klik”, dan kemudian ia menoleh ke belakang, melihat orang
tersebut sudah memegang pistol.
· Beberapa detik kemudian ia mendengar suara “Dor”(HANYA SATU KALI!), dan iatuh tersungkur. MS tertembak, peluru menembus dari pantat kiri tembus ke
paha kanan.
· Setelah MS tumbang, orang tersebut kemudian mengumpatinya berkali-kali
deng an kata kasar: “bajingan kamu!” dll.
· Orang tersebut kemudian menelpon seseorang.
· Setelah banyak polisi datang, orang tersebut memarahi MS dengan
berkata: “Jangan omong! Jangan omong! Jangan merasa sakit!”
· Orang tersebut kemudian berkata pada seseorang disitu: “Pak saya tadi
menembak pelaku. Dia tadi merebut pisau dari saya, mencoba membacok saya, maka saya tembak dia”
· MS kemudian dibawa ke RS Bayangkara Kalasan. Di dalam perjalanan, MS
dibentak-bentak oleh orang-orang yang  membawanya dengan suara kasar. “Kamu jangan cengeng!” dan sebagainya.

Martholomeus Suryadi adalah mahasiswa Fakultas Filsafat UGM angkatan2003. Kelahiran 18 Maret 1986
Pelaku penembakan adalah Bripda Agus dari Kesatuan Polres Sleman.

Info baru :
Dengan alasan ketidaknyamanan untuk melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara dan ditambah dengan kekhawatiran akan adanya intimidasi lanjutan,
maka si Moka ( Martholomeus Suryadi ) memilih untuk pindah ke RS Sardjito.
Awalnya kepindahan ini sempat dihambat oleh pihak Rumah Sakit dg berbagai alasan birokrasi. Tetapi pada akhirnya sore hari tadi ( 10 Oktober 07 sekitar jam 16.00 ) dengan dukungan dari kawan2 tim advokasi - keluarga besar filsafat ugm, Moka berhasil dievakuasi ke RS Sardjito.


About this entry