Catatan Kecil Perjalanan Catur Wijaya(Part II)

muri.jpg

Tercatat di rekor MURI

Cartenz dan Himalaya adalah impian setiap orang. Hal tersebut tak luput pukla dari angan2 dan cita-citaku. Namun saat ini hal tersebut aklu tempatkan pada bagian bawah dari keseluruhan cita-citaku. Aku mengadakan kampanye lingkungan yang ‘gila’ agar Indonesiaku tetap indah, sebagai tempat untuk bermain dan belajar.

30 April 2007, waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Sementara aku dan saudaraku, Leo, sudah merebahkan diri di lantai paving melihat kerangka bola dunia yang baru saja terselesaikan. Dengan basic sarjana ekonomi dan pekerjaan sebagai pembuat pagar, akhirnya terselesaikan sudah rancangan bola dunia dari besi yang di las dengan diameter 3.5 dan tinggi 4 meter. Ada kesulitran tersendiri ketika merancangnya, sehingga hasil rancangan dan desain awal sudah jauh berbeda.

Semngat ber’jihad’ untuk alam semakin tinggi. Meski banyak yang mengatakan bahwa ini adalah ide gila dengan duduk diatas replica bola dunia selama 3 hari 2 malam. Namun aku mersa kegilaan ini akan membuat orang berfikir lebih baik untuk berprilaku terhadap alam.

Sejak awal konsep kegiatan ini, tidak sedikitpun terbersit keinginan untuk menciptakan rekor MURI. Tidak sedikitpun terbersit. Aku hanya berfikir bahwa aku harus menarik perhatian media agar dapat menyampaikan pada masyarakat luas sehingga mereka dapat berfikir kembali tentang apa yang telah mereka perbuat pada alam. Tujuan utamaku adalah kampanye tentang PELESTARIAN LINGKUNGAN.

Waktu menjelang malam saat aku pulang adri koordinasi MAPALA se Surabaya dalam membuat acara peringtan hari lingkungan hidup sedunia. Sampai di skretariat, aku melihat sudah banyak saudaraku berkumpul di sekiatr Boila Dunia yang setengah jadi. ‘Koen wis Gendeng ta ?’ (are you out of your mind ?) terdengar untuk kesekian kalinya. Namun akhirnya kegilaan ini lah yang mengantrakan saudaraku untuk mendaftarkannya di MURI (museum rekor Indonesia). Tanggal 17 Mei 2007, proposal aku krim ke Semarang, tempat kantor organisasi nirlaba ini berada. Akhirnya, mereka mengatakan bahwa kegiatan ini bias dicatat dalam rekor MURI dengan nama acara “DUDUK TERLAMA DI ATAS REPLIKA BOLA DUNIA”.

Bersambung………………………..


About this entry