Catatan Kecil Perjalanan Catur Wijaya (Part IV-Habis)

1353.gif

Dibalik kesulitan , ada kemudahan

Taman Bungkul, Selasa 5 juni 2007 jam 6 pagi, aku mulai melaksankan kampanye lingkungan ku dengan duduk di atas Replika Bola Dunia. Aku memakai kostum warna emas dan melaburi sbagian tubuh dengan gliter (serbuk) emas. Smentara aku duduk di atas Bola Dunia, sebagian saudarakau dari MAPALA KOMPAS ITS (D3 teknik sipil ITS), MAHAPALA STIESIA, dan PALAPA NSC, sibuk mempersiapkan segala kebutuhanku.

Banyak orang dating berduyun-duyun melihat ke arahku. Entah apa yang ada dipikaran mereka. Sementara banyak orang malu2 untuk menyalakan lilin sebagai symbol keprihatinan atas ala mini, banyak pula yang bertanya pada rekan-rekan di bawah tentang apa yang kulakukan. Setelah diberitahu oleh teman-teman, akhirnya banyak keluarga yang dating berduyun-duyun untuk menyalakan lilin dan meletakkannya di sekitar replica Bola Dunia ini.

Kamis, 7 Juni 2007 jam 10 pagi adalah batas waktu terakhirku berada di atas Bola Dunia. Pagi itu terasa menyenangkan. Selain aku dapat menyelesaikan apa yang menjadi keinginan serta kewajiban untuk kampanye penyelamatan lingkungan. Aku mersa telah melakukan hal terkecil dari apa yang bias kulakukan terhadap alam yang selama ini telah aku eksploitasi untuk kesenangan ku. Tepat pukul 10 pagi hari itu, aku turun dari Replika Bola Dunia. Rasa senang dan haru bergolak dalam batin. Dilanjutkan dengan sedikit wawancara dari TVRI, menjadi penutup ats semua yang kulakukan.

Jihad masih panjang. Sampai tulisan ini dibuat, utang sebesar Rp. 194.000,- pada tukang foto kopi belum terlunasi. Namun bukan masalah, insya Allah semuanya akan dapat teratasi. Sekali lagi, “Bola Dunia yang Diberkati” menjadi inspirasi untuk terus melakukan perjuangan dengan “berjihad untuk alam”. One Love, One Heart, One Peace on Earth.

{democracy:*4*}

About this entry