Mendaki Mahameru

agustus-an di Semeru

Tahukah anda orang yang tercatat pertama kali mendaki puncak Semeru? Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani

berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayet-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Tercatat Soe hok Gie pernah mendaki puncak ini dan akhirnya meninggal di sana pada saat perjalanan turun, dikarenakan terkena gas beracun yang disemburkan dari kawah Jonggring Saloko.

Untuk mendaki gunung semeru ini, jalan yang sering kami tempuh dan paling mudah adalah lewat Malang. Perjalanan dari Jogja menuju Surabaya, kemudian diterusakn dengan bis menuju Malang. Dari terminal Malang, Arjosari, meneruskan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum atau colt menuju Tumpang. Di Tumpang inilah, biasanya kami menyiapkan segala perbakalan dengan berbelanja di pasar tradisional Tumpang. Bahan logistic serta minyak tanah dan sayur mayur dapat dijumpai dengan mudah disana.

Di Tumpang ini, anda bisa menemui Pak Haryono, seorang yang akrab dengan para pendaki, yang juga berprofesi sebagai makelar/ pemilik Jip yang akan digunakan untuk naik ke Ranu Pane, pos pendakian puncak Semeru. anda dapat juga menginap di Rumah pak Haryono ini jika kemalaman. Harga jip berkisar antara 15.000 – 25.000/orang (th 2003). Sebelum mendaki, hendaknya dipersiapkan bebagai macam kelengkapan administrasi seperti KTP atau KTM, dan kalau perlu juga surat jalan. Dari Tumpang, Jip akan bergerak menuju Ranu Pane. Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,- (th 2003)

Perjalanan akan lebih menyenangkan dengan menggunakan Jip bersama dengan rombongan yang cukup banyak. Tempat favorit saya adalah duduk di depan, kap mesin Jip, sambil menikmati pemandangan disepanjang perjalanan menuju Ranu Pane. Setelah kurang lebih 70-90 menit perjalanan, anda akan sampai di pos Ranu Pane. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

(bersambung)


About this entry